well beginilah negeri ini, setelah santer soal Gayus menggayus, sepak bola yang bikin tren tempel dada dengan garuda sekarang pun rempah dapur pun ikut merambah budaya tren bangsa ini.
Adalah cabai, cabe , lombok atau something yang lumrah pada tiap lidah rakyat bangsa ini. Pada tiap piring yang ditadah pada tiaptiap jamjam makan pagi siang sore malam (4 kali makan dung #bwahahaha) pastilah ketemu olahan bahan ini. Iya inilah Indonesia dengan kekhasan cara makannya dengan menggunakan rempah satu ini (tidak bermaksud mendiskriminasikan yang nggak suka pedes ya :p). Siapa sih yang nggak doyan sambal, pastilah demikian pertanyaan yang sering terlontar pada media-media yang memblewup tren berita kenaikan rempah yang dominan berwarna merah ini.
jadi ingat celetuk tweet salah seorang teman “makan bakso + sambel akan menjadi berharga 100ribu. demikian ” , yah cabe sebegitu mahalnya bahkan berita kemahalannya mengalahkan berita gosip cerai-nikah artis. (sigh apa hubungannya).
Lebay ? iya itulah negeri ini. mau begimana lagi. terimalah. ikhlas.
trus bagaimana ?
matikan TV. mulailah lihat pekaranganmu, kalau tidak punya lihat potpot bunga milik ibumu. Masih tidak punya pot ? lihat koleksi plastiplastik bekas, emberember tak terpakai, atau kalau kau benarbenar tidak punya apapun ambilah sesuatu bernama plastik di sampah, di manapun. isi tanah, masukkan biji cabe. sirami. dan mudah bukan, lakukan hal kecil dengan setia.
:p



